Friday, September 11, 2015

Penerimaan 2 Mahasiswa PPL Unnes di Bannrodfai School Pattaya, Thailand





Pattaya - Sehari setelah penerimaan sembilan mahasiswa PPL Internasional di KBRI Thailand tepatnya 29 Agustus 2015, dua diantaranya diantarkan oleh atase pendidkan Dr. Yunardi Yusuf ke Chonburi, Pattaya city untuk melaksanakan PPL di salah satu sekolah. Mereka adalah Adieba Warda Hayya (Pendidikan Biologi) dan Eva Andriani (Pendidikan Akuntansi).
Untuk pertama kalinya Unnes bekerja sama dengan KBRI Thailand dan sekolah yang dijadikan partner KBRI di Pattaya adalah Bannrodfai school. Bannrodfai school merupakan sekolah Thailand yang mayoritas siswa dan gurunya adalah muslim, sekitar 51 %. Sekolah ini terdiri dari regular class dan Intensive English Program (IEP). Menjunjung toleransi beragama yang tinggi dan budaya dari berbagai negara, karena siswa yang ada di sekolah tidak hanya berasal dari Thailand, tetapi juga Filipina, Rusia, Malaysia, Syria, Saudi, Arab, Jerman, Australia bahkan Indoneisa. Begitu juga dengan guru-guru di sekolah, foreign teacher berasal dari USA, Filipina, Malaysia, india, Nigeria, dan Indonesia.
Upacara penerimaan mahasiswa PPL dihadiri oleh pihak sekolah, diantaranya Headmaster Nusura Sungo, IEP Advisor Mr. Seri Mark Usa, Head of IEP Program Pakorn Atchasa, dan beberapa guru Bannrodfai school lainnya. Sekolah yang terdiri dari 850 siswa ini menerima dan menyambut baik dua mahasiswa Unnes. Hal ini terbukti dari sambutan Headmaster Nusura dalam bahasa Inggris yang artinya, “Saya sangat senang bisa menerima dua mahasiswa Eva dan Adieba di sekolah ini. Untuk selanjutnya mereka akan membantu mengajar di Intensive English Program dan saya berharap mereka akan mengenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak”.
Begitu pula dengan Eva Andriani dan Adieba Warda Hayya, keduanya berharap bisa melakukan yang terbaik dalam menjaga nama baik Universitas Negeri Semarang dan Indonesia. Ucapan terimakasih untuk Bannrodfai school atas semua yang telah diberikan kepada mereka. Bagi keduanya, Bannrodfai bukan sekedar sekolah dengan profesionalitas yang tinggi, tapi juga sekolah yang memberikan keluarga dan segudang pengalaman berharga tentang budaya toleransi. -Eva

Penerimaan Mahasiswa PPL Unnes di Bangkok







Bangkok - Penerimaan mahasiswa PPL Unnes oleh KBRI Bangkok, Jumat (28/8) di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB). Hadir dalam kegiatan tersebut, Atase Pendidikan Republik Indonesia Dr. Yunardi Yusuf, Kepala Sekolah SIB Tjatur Prasetyawati beserta Guru dan staff SIB, Wakil dari Pusat PPL Unnes Drs. Masugiono, M.Pd dan Drs. Bambang Indiatmoko, M.Si,  dan sembilan mahasiswa peserta PPL Antar Bangsa.
Kepala Sekolah SIB dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagianya menerima kedatangan mahasiswa PPL Unnes di SIB. Beliau menyampaikan kepada mahasiswa agar tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, tapi juga kompetensi sosial dan kepribadian.
Kepala Pusat PPL Unnes, Drs. Masugino berpesan kepada mahasiswa agar mengingat instruksi dari Rektor Unnes, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum bahwa mahasiswa terpilih yang menjadi Duta Bangsa agar dapat bekerjasama dengan baik, menjunjung nasionalisme di luar negeri, dan dapat menjadi cerminan yang baik bagi Unnes dan Indonesia.    
                Dr. Yunardi Yusuf ketika memberikan arahan menyampaikan bahwa sebagai calon guru, mahasiswa harus siap ditempatkan dalam berbagai kondisi. Beliau memberikan gambaran mengenai kondisi pendidikan yang tidak bisa diterima oleh seluruh warga Indonesia, terutama anak-anak buruh yang berada di wilayah Serawak, Sabah, dan Filipina. Dari generasi ke generasi, mereka tidak mendapatkan pendidikan, sehingga mereka tidak dapat mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal ini dikarenakan tidak adanya guru untuk mengajar, sehingga pemerintah mulai mengadakan program untuk pendidikan di daerah-daerah perbatasan. Beliau berpesan agar mahasiswa harus berani keluar dari comfort zone, karena kita tidak akan pernah tahu tahu ada mukjizat apa di luar sana.
                Sembilan mahasiswa yang mengikuti acara tersebut, Juliyati (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Tati Nurkhikmah (Pendidikan Bahasa Indonesia), Adam Putra Janata (Pendidikan Bahasa Inggris), Aham Wahyu Wijaya ( Pendidikan Kimia), Adieba Warda Hayya (Pendidikan Biologi), Yeyen Jannatul I'liyin ( Pendidikan Geografi), Alfisyahr Izzati (Pendidikan Sosisologi dan Antropologi), Eva Andriani (Pendidikan Akuntansi), , Aprillia Andriani (PJKR) mengaku mendapat motivasi besar untuk mengajar dengan berbagai kondisi setelah mendengar berbagai arahan dari Kepala Sekolah, Kepala Pusat PPL Unnes, maupun Atase Pendidikan KBRI Bangkok. “Saya  sekarang lebih berpikiran terbuka, saya akan siap mengajar dalam jenjang apapun, entah SD, SMP, atau SMA, maupun dalm kondisi apapun.” Papar Alfisyahr, salah satu mahasiswa peserta PPL Antar Bangsa. –Adieba


Berita Penerimaan Mahasiswa PPL Unnes di Thailand juga dimuat dalam : 
               

Makanan Halal di Bangkok



Halal. Iya Halal, susah banget cari makanan Halal di Bangkok. Mungkin karena masih awam, baru tiba di Bangkok dan harus segera mengisi perut. Lupa sebelumnya sudah menyimpan daftar nama-nama restaurant Halal di Bangkok beserta alamatnya.

Sudah duduk di restaurant tapi akhirnya angkat kaki lagi, karena ketika bertanya apakah tempat makan disini Halal, mereka seperti kebingungan.  Pun saat mencoba memilih McD karena merasa di Indonesia juga ada, kami meyakini kehalalannya. Namun saya mengingat kehebohan makanan yang diiklankan oleh JKT48, Pocky. Makanan berasal dari Jepang tersebut sempat menjadi sorotan karena diduga tidak halal. Seingat saya, informasi terakhir adalah adanya klarifikasi mengenai Pocky yang berada di Jepang memang tidak Halal, namun yang beredar di Indonesia Halal karena pembuatannya di Thailand (sudah dibuktikan makan Pocky di Thailand, ada label Halalnya :D). Eits,  Wallahu’alam, yang di Indonesia belum berlabel Halal sepertinya. Lebih baik menjaga diri dari hal-hal yang tidak pasti bukan?

Setelah hampir memesan makanan, saya mencoba memastikan kembali kepada pelayan apakah di sini Halal, karena saya rasa beda negara beda penyajian seperti yang terjadi dengan Snack Pocky. Dan dia menjelaskan ‘no Halal’ lalu mengimbuhinya dengan berkata ‘pork here’. Mungkin bukan hanya pork, saya tidak bisa meyakini cara penyembelihan daging ayam yang dilakukan apakah dengan syari atau tidak. –Menurut info teman saya yang orang Thailand, restaurant seperti McD, KFC, Pizza Hut di Thailand tidak halal, kecuali kamu di Malaysia, akan sama seperti di Indonesia, Halal InsyaAllah.-

QS Al An'am ayat 121 "Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik."

Setelah bertanya-tanya kepada orang yang sepertinya Muslim, akhirnya mendapat petunjuk dimana tempat makanan Halal. This is Tomyam, makanan ini benar-benar menunjukkan makanan Thailand yang terkenal dengan rasa pedas dan asam. 










__________________________________
Teringat seorang tokoh Turki yang bernama Said Nursi, ia adalah seseorang yang Allah beri karunia kecerdasan yg luar biasa. Pada umurnya yang ke15 tahun, ia sudah mampu menghafal 80 karya kitab ulama klasik. Untuk menghafal Al Qur'an ia hanya membutuhkan 2 hari. Bahkan dalam beberapa cerita disebutkan ia dapat memahami sebuah ilmu dengan hanya membaca dalam hitungan jam, tentu bukan hanya ilmu agama, tetapi juga ilmu modern.


Karunia yang Allah beri, tidak lepas dari kedua orang tuanya yang amat luar biasa, memiliki sifat wira'i. Diceritakan bahwa sang Ayah saat menggembala, menutup mulut hewan gembalanya hingga sampai pada ladang milik umum, hal tersebut dilakukan agar hewan gembalanya tidak memakan rumput milik tetangga/ orang lain saat melewatinya. Cerita lengkap bisa banget dibaca di buku Api Tauhid karya Habiburrahman El Shirazy. InsyaAllah bukunya yg tebal gak bikin bosen karena paduan dari cerita fiksi dan biografi Said Nursi membuat pembaca tidak ingin berpaling, rasanya ingin sekali duduk habis, InsyaAllah buku tersebut berisi lautan hikmah. :D


wira'i : menjaga diri dari hal-hal yang haram termasuk hal yang syubhat sekalipun



HIJRAH





Packing up and leaving everything is not fun.
But i believe, Allah has a plan for me, He gives me a chance for something i have to learn.




Pemberangkatan menuju Bangkok terjadwal hari Kamis (27/8) pukul 07.20. Ini adalah perjalanan pertama menggunakan pesawat terbang, juga perjalanan pertama melintasi pulau-pulau menuju negara lain.



Bumi Allah cukup luas, maka berhijrahlah!

Kalimat disebuah blog yang ketika membacanya membuatku terus berpikir. Sudah sekitar empat tahun lalu membacanya, namun masih menjadi mantra ketika ingin pergi, kemanapun. Baru menempuh ratusan kilometer, terpampang Maha Kuasa Allah, keteraturan dan kompleksitas yang Ia cipta. Maka aku yakin, ajakan untuk hijrah itu, akan memberikanu pelajaran untuk kita. Akan ada syukur di sana, akan ada cinta yang lebih kepadaNya, akan ada kebaikan di sana, akan ada saudara baru di sana, dan akan ada kejutan dari Allah kepadamu. Meski hijrah kita bukan lagi seperti yang dilakukan Rasulullah SAW, tapi bersemangatlah seperti hijrahnya Baginda Rasulullah SAW menuju kebaikan, semoga hijrah kita menuju kepada keadaan yang lebih baik dalam segala bidang: baik agamanya, baik kepribadiannya, baik moralnya, dan tinggi intelektualnya.






Perjalanan menuju Bangkok terjadwal 12.40 (delay satu jam)

Maka untuk setiap perjalananku nanti, akan kuberikan tempat khusus di sini, tulisan yang akan menjadi kenangan abadi, juga sebagai doa agar dibukakan pintu lainnya menuju perjalanan yang lain. Karena ku yakin, rejeki tidak akan pernah turun kepada tangan yang salah, atas segala usaha atau sebagai kado dari Allah sebagai bukti cintaNya, kepada hambaNya yang kecil ini.